? ??????????????Hawaii? ????? ?? ???Rating: 4.4 (124 Ratings)??451 Grabs Today. 25788 Total Grabs. ??????P
review?? | ??Get the Code?? ?? ???????????????????????????????????????Coming Home? ????? ?? ???Rating: 5.0 (2 Ratings)??422 Grabs Today. 3986 Total Grabs. ??????Preview?? | ??Get the BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS ?

Saturday, July 13, 2013

Puisi untuk abang



 Abang, saya sayang abang
Sayang abang sepenuh hati saya
Walau abang sudah pergi
Namun abang sentiasa dekat di hati.

Abang saya sayang abang,
Walau abang jauh di sana
Dan tak akan kembali lagi
Tapi semangat abang tetap di sini
Menemani setiap nadi kehidupan saya.

Abang, saya sayang abang
Adakah abang menerima segala doa-doa
Yang saya kirimkan kepada Dia untuk abang?
Maafkan saya abang
Izinkan saya untuk merindui abang
Izinkan saya untuk mengingati abang.

Abang, alangkah rindunya saya dengan abang
Rindu pada kenangan kita
Rindu pada senyuman abang
Bang, izinkan saya untuk mendoakan abang
Mendoakan kesejahteraan abang di sana
Walau dunia kita sudah berbeza.

Bang, hati ini kekadang cemburu
Kenapa Allah memanggil abang awal sangat
Tidak seperti saya
Yang terpaksa meneruskan kehidupan
Bergelandangkan dosa-dosa
Yang terus menggunung dari masa ke masa.

Abang, saya tidak pernah lupakan abang
Seringkali potret comel abanglah
Yang menjadi penawar rindu
Tatkala saya menangisi kepergian abang.

Abang, kekadang hati ini berkata-kata
Bagaikan abang masih berada di sisi
Bagaikan abang masih ada di dunia ini
Di sebalik butiran bintang nun jauh di angkasa
Maafkan saya abang
Maafkan kami adik-adikmu
Sesungguhnya kami tidak pernah menjangka
Penyakit abang itu adalah petanda
Abang akan meninggalkan kami.

Abang, saya sayang abang
Sayang abang sepenuh hati saya
Moga abang bahagia di sana
Menjadi penghuni salah satu syurga Illahi.

# Bicara ini kutujukan khas kepada abang-abang saya yang telah pergi menghadap Illahi. Sesungguhnya kehilangan mereka mengubah hidupku. Dunia ini ada kepahitan, dunia ini ada kemanisan.  Bersedialah dalam mengharunginya.








Friday, July 27, 2012

Puisi Untuk Ayah Dan Ibu


Puisi untukmu Ibu

Ibu, saya sayang ibu
Sayang ibu sepenuh hati saya
Walau dunia kita berbeza
Tapi ibu tetap di hati saya.

Ibu, saya sayang ibu
Ibulah syurgaku
Ibulah redhaku
Ibulah segala-galanya bagiku.

Ibu, izinkan saya berdoa untuk ibu
Izinkan saya untuk mendoakan
Kebahagiaan ibu di sana
Izinkan saya untuk merindui ibu
Dan izinkan mata ini bertemu ibu
Walaupun hanya di alam mimpi.

Ibu, saya sayang ibu
Maafkan saya ibu
Maafkan segala kesilapan saya
Maafkan saya.

Ibu, doa saya akan sentiasa mengiringi ibu
Walau ibu jauh di sana
Walau kita tak pernah lagi bersua
Tapi cinta dan kasih saya pada ibu
Akan tumbuh subur untuk selamanya.
Walau jasad saya di sini, di dunia ini
Tapi doa saya tetap setia menemani ibu.

Ibu, akan kudoakan Ibu
Keselamatan ibu
Kebahagiaan ibu
Akanku mohon pada Allah
Agar ibu gembira di sana
Menjadi penghuni salah Satu
dari syurga-syurga-Nya.

Ibu percayalah ibu
Cinta dan kasih sayang pada ibu
Tetap tumbuh subur di hati ini
Walau di mana saya berada
Selama-lamanya.

Saya sayang ibu
Kekal abadi selama-lamanya
Amin…

S.Hana AK
12.00 pm
25.02.2012 (Sabtu)
Kuala Lumpur



Puisi untukmu Ayah

Ayah, saya sayang ayah
Sayang ayah sepenuh hati saya
Walau ayah jauh dari pandangan
Tapi ayah tetap dekat di hati

Ayah, saya sayang ayah
Ayah adalah syurgaku
Ayah adalah redhaku
Ayahlah segala-galanya bagiku

Ayah, jangan pergi dulu ayah
Jangan pergi dulu
Jangan pergi sebelum
Saya membalas kasih sayang ayah

Ayah, saya sayang ayah
Maafkan saya ayah
Maafkan saya
Maafkan saya

Ayah, doa saya untuk ayah
Akan sentiasa bercambah di hati ini
Hingga denyut nafas saya yang terakhir
Walau jasad ini sudah tiada
Tapi roh saya masih di sini
Masih setia di sisi ayah.

Ayah, akan ku doakan ayah
Kebahagiaan ayah
Keselamatan ayah
Kasih sayang ayah
Rezeki ayah
Kesihatan ayah
Percayalah ayah
Cinta dan kasih sayang saya
Tetap tumbuh subur
Walau di mana saya berada.

Saya sayang ayah
Kekal abadi selama-lamanya.
Amin...

S. Hana AK
21 Feb 2012
Kuala Lumpur.

Sunday, November 6, 2011

Warkah Seekor Burung Kepada Seorang Manusia


Aku adalah seekor burung
Mungkin engkau sudah lama kenal aku
Akulah yang selalu memekik di ranting dahan
Kala pagi menjenggah waktu
Di depan rumahmu.

Dulu, dunia ini adalah kegembiraanku
Di sana sini aku bisa terbang bebas
Dengan hati yang penuh girang
Tanpa rasa bimbang, tanpa rasa duka.

Tapi engkau tahu?
Sekarang, dunia ini bagaikan lautan api
Yang menyambar tiap inci tubuhku
Hingga yang tinggal adalah kesedihan dan kesengsaraan.

Apakah engkau sedar
Angkara siapakah ini?
Inilah angkara bangsamu!
Tidakkah engkau sedar, kemerdekaan engkau itulah
Malapetaka bagi kami.

Kami sudah tidak punya apa-apa
Makanan kami
Sedikit demi sedikit engkau habiskan
Hingga yang tinggal hanyalah keraknya.
Engkau biarkan bangsaku tak terbela
Engkau biarkan bangsaku kemiskinan
Engkau biarkan bangsaku kesakitan
Engkau biarkan bangsaku pupus di muka bumi ini.

Sekarang, ku tanya kamu dan bangsamu?
Apa ertinya merdeka bagi kalian?
Kebebasan yang kalian kecapi
Tidak ada maknannya
Jika kami di sini kalian abaikan
Jika kami di sini, kalian perlekehkan.
Suara hati kami, kalian permainkan.

Kalian kaya dengan kemodenan, itu tidak apa
Kalian kaya dengan kebebasan, itu juga tidak apa
Kalian kaya dengan keseronokan, juga tidak apa
Tapi kalian miskin dengan nilai-nilai keduniaan.

Aku adalah seekor burung pipit
Yang datang mewakili bangsaku yang bisu
Tiap hari di depan rumahmu
Pulangkan hakku, pulangkan hak bangsaku,
Kembalikan hak kami.

Andai engkau tetap ego
Maka tidak apalah, kami akur
Kami tidak lagi menuntut apa-apa
Ambillah hak kami
Ambillah kehidupan kami
Buatlah sesuka hatimu
Di sana nanti kita pasti akan bertemu
Kerna, dunia ini sekadar pelabuhan
Bagi kami, bangsa yang terjajah.

Pesanku,
Carilah erti kemerdekaan yang sebenar
Sebelum ianya hilang ditelan arakan sejarah dunia.

Nukilan: S. Hana AK
11. 09 PM
29 . 10. 2011 (Sabtu)
KHAR UPSI.
arkah Seekor Burung Kepada Seorang Manusia

Friday, September 16, 2011

Diari Sang Penyair


Aku ingin mencari
tapi aku tidak tahu
apa yang dicari.

Aku ingin memahami
tapi aku tidak tahu
apa yang ingin difahami.

Aku ingin memerlukan
tapi aku tidak tahu
apa yang aku perlukan.

Puas aku coba
tapi aku tidak tahu
mungkin jika aku
menatap cakrawala
rumah segala bulan, bintang dan mentari
mungkin aku bisa tahu
apa yang aku cari
apa yang aku ingin fahami
dan apa yang aku perlukan.

Tapi,
bulan tidak datang
bintang tidak lagi hadir
dan mentari pula semakin
hilang ditelan arakan mendung di ufuk barat.

Di sini,
di balik dinding konkrit
aku masih mencari
masih ingin memahami
dan masih ingin memerlukan
yang aku tidak tahu,
yang memang aku tidak tahu.

S. Hana AK
17 September 2011 ( Sabtu)
1.20 Pm
KHAR

Saturday, April 23, 2011

PAGI

Pagi yang jernih
Berlagu burung-burung
Burung-burung yang terkurung
Dari sangkar kemurungan.

Pagi yang jernih
Berlagu anak-anak desa
Meniti jambatan, titian kasih ilmu
Mengharungi cabaran
Arus sungai yang mengalir lesu.

Pagi yang jernih
Embun menutupi bukit, gunung
Menghiasi alam maya, hutan rimba
Yang aneh dan ghaib. Penuh misteri
Rasiah sebuah alam kehidupan di dunia
Mahupun alam ghaib, alam akhirat.

Pagi yang jernih
Ibu keluar. Menjinjing bakul
Menjaja kuih
Ayah keluar rumah. Motorsikal buruk
Nadi kehidupannya. Mencari rezeki
Pada anak-anak dan isteri
Tercinta.

Pagi yang jernih
Embun menghiasi bangunan-bangunan
Matahari memancar layu
Sinarnya bertali arus
Enggan hidupnya diharungi
Oleh alam yang penuh rasiah.

Pagi yang jernih
Manusia kota, kereta kota
Derum-deram kota, bunyian kota
Burung-burung kota, tikus kota
Masing-masing saling berlumba
Mencari rezeki, rezeki kota
Alam metropolitan.

Nukilan: S. Hana Ak
Kuala Lumpur

Thursday, April 7, 2011

SIAPALAH AKU DI SISIMU

Siapalah aku di sisimu
hanya seorang insan kerdil
yang punya hati nurani
untuk dikasihi dan mengasihani.

Siapalah aku di sisimu
hanya seorang manusia biasa
yang ingin punya rasa
untuk dicintai dan mencintai.

Siapalah aku di sisimu
hanya seorang hamba hina
yang punya kekurangan
dalam memegang amanahmu.

Siapalah aku di sisimu
hanya seorang musafir rawan
yang ingin mengembara di pelabuhan
yang hanya sementara ini.

Siapalah aku di sisimu
hanya seorang pengemis OKU
yang tak punya kekuatan
untuk menjadi pengemis rindu
dan hidayah daripadamu.


Siapalah aku di sisimu
Seorang insan, manusia, hamba, musafir dan pengemis
Yang tidak punya apa-apa
Untuk ku jadikan sebagai amal
Ketika aku berjumpa denganmu
Ketika di padang masyhar nanti.

Siapalah aku di sisimu Ya Rahim...
Engkau Yang Maha Agung dan Maha Berkuasa
Hanya kepada-Mu tempat ku kembali
Dan berlindung dari belenggu kegelapan hatiku ini.

S. Hana AK
07 April 2011 (Khamis)
22.51 PM
Taman Hijau, Slim River, Perak.

Tuesday, January 11, 2011

PELABUHAN PENA

Angin...ku bisikkan rinduku ini kepadamu.
Biar rindu ini kau alirkan dalam pelukanmu.
Mencari dia yang tidak pernah kutemu.

Sungai...bukakanlah jendela hidupmu.
Biar hatimu bertaut dengan hatiku.
Mencari makna erti sebuah kasih sayang.
Agar terbenam di lubuk jasadmu yang paling dalam.

Air...pelahankanlah aliran lesumu.
Biar menjadi rimba kebahagiaanku.
Agar kelak aku dapat menemui
Cahaya kegembiraan dalam hidupku.

Langit...singkapkanlah tabir birumu.
Agar aku dapat menanam alwan kesedihan
Yang bersarang dalam nuraniku, selama-lamanya.

Senja...lihatlah aku.
Dengarkanlah rintihan hatiku.

Wahai pemilik nyawaku....
Leraikanlah pelabuhan duka dalam sukmaku.
Hapuskanlah air mata yang menghuni jiwaku.
Biar menjadi debu.
Agar ketetapan-Mu menjadi syurga bagiku.
Agar doaku menjadi penawar segala kelukaanku.