? ??????????????Hawaii? ????? ?? ???Rating: 4.4 (124 Ratings)??451 Grabs Today. 25788 Total Grabs. ??????P
review?? | ??Get the Code?? ?? ???????????????????????????????????????Coming Home? ????? ?? ???Rating: 5.0 (2 Ratings)??422 Grabs Today. 3986 Total Grabs. ??????Preview?? | ??Get the BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS ?
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Wednesday, May 18, 2016

Teman



Bismillahirahmanirrahim

Teman
binalah istanamu di dunia sana
mekar mewangi di taman syurgawi
semoga kau bahagia
di tanah abadi.

Teman
kau hadir dalam mimpiku
tiap saat, tiap detik
ibarat gemerlap bintang kejora
jauh di samudera angkasa
kini,
kau pergi umpama badai
kepergianmu membuatku
termanggu di kolam penderitaan
teman,
ku doakan kau
bahagia dalam kehidupan.


S. Hana AK
13 April 2016
Johor Bahru

#hidup hanya sementara
#doa adalah senjata ampuh


Kalam Buat Cikgu



Bismillahirahmanirrahim

Cikgu

hadirmu
ibarat pelangi
tujuh warna
menghiasi dunia
bertakhta dihati
beraja di minda.

Cikgu
engkaulah mualim
gigih memegang amanah
tekun mengajar
sabar mendidik
kekadang hati terluka
saat berkorban
maafkan kami cikgu.

Guruku

dikaulah pendidik
cahaya kasih
bersemi di hati
dikaulah binda
berselendang cinta
di jiwa pelajar.

Duhai murabbi

tinta akhir
izinkan kami
mengukir kalam
buat kalian
dengan lafaz
terima kasih cikgu.


S. Hana AK

13 Mei 2016
Jumat
Johor Bahru

#Gambar bukan milik saya

Friday, April 29, 2016

Selamat Jalan Teman


Selamat jalan teman
moga kalian
beroleh ketenangan
di tanah abadi.

Maafkan saya
kerana tak mampu
menghulurkan bantuan
dari tangan kerdil
mahupun lewat doa dipohon.

Andai saja
mereka mengerti kehadiran kalian
aku percaya
semua ini tidak akan terjadi
namun apakan daya
sungguh
mereka tidak mengerti
atau pura-pura tidak mengerti
kerna terbius oleh panahan dunia semata.

Maafkan saya teman
dari jauh aku melihat
bangsaku membunuh bangsamu
di situ liang lahadmu
bersemadi bersama sebuah luka
yang tak mampu disembuhkan.

Aku mengerti kedukaan dan kelukaan kalian
aku mengerti dan memahaminya
sungguh
namun kumohon keampunan
kerana tak mampu membasuh
air mata kesedihan
berubah menjadi air mata kegembiraan.
  
Teman
aku seperti kalian
jauh seperti kalian
bahkan lebih dari kalian
semua yang datang bertali arus
tidak mampu ku tahan
sama ada kalian atau aku
kita adalah sama
sentiasa berdukalara
di balik kuntum senyuman
di balik dinding penderitaan
di balik tembok kehidupan.

S. Hana AK
31 Mac 2016 (khamis)

Johor Bahru

Saturday, September 20, 2014

Comelku

Bismillahirahmanirrahim

Hmmm, comelku
bercandalah sepuas hatimu
sudahku sediakan mainan untukmu
hamparan permaidani indah
dengan penuh bunga di dada
menjadi medan seloka lucumu.
dari sini biarlah aku melihatmu saja
tak ingin menganggu saat-saat remajamu.
bercandalah comelku
sepenuh jiwa raga
sebelum nanti mainanmu itu
kusimpan di kotak indah penuh cinta.

S.Hana AK
19 September 2014
9.29 am
Johor Bahru, Johor

Saturday, May 31, 2014

CINTA yang INDAH



Cinta yang indah
Ialah cinta tanpa kata-kata
Hanya doa menjadi teman setia
Cinta yang indah
Ialah cinta tanpa kata-kata
Di bibir lain di hati lain
Cinta yang indah
ialah cinta tanpa kata-kata
cukuplah tingkah menjadi pemudah bicara
cinta yang indah
ialah cinta tanpa kata-kata
kepada Allah tempat mengadu dan berserah
ya, cinta yang indah
ialah cinta tanpa kata-kata
kepada-Nya kita meminta dan bertawakal.

Saturday, July 13, 2013

Puisi untuk abang



 Abang, saya sayang abang
Sayang abang sepenuh hati saya
Walau abang sudah pergi
Namun abang sentiasa dekat di hati.

Abang saya sayang abang,
Walau abang jauh di sana
Dan tak akan kembali lagi
Tapi semangat abang tetap di sini
Menemani setiap nadi kehidupan saya.

Abang, saya sayang abang
Adakah abang menerima segala doa-doa
Yang saya kirimkan kepada Dia untuk abang?
Maafkan saya abang
Izinkan saya untuk merindui abang
Izinkan saya untuk mengingati abang.

Abang, alangkah rindunya saya dengan abang
Rindu pada kenangan kita
Rindu pada senyuman abang
Bang, izinkan saya untuk mendoakan abang
Mendoakan kesejahteraan abang di sana
Walau dunia kita sudah berbeza.

Bang, hati ini kekadang cemburu
Kenapa Allah memanggil abang awal sangat
Tidak seperti saya
Yang terpaksa meneruskan kehidupan
Bergelandangkan dosa-dosa
Yang terus menggunung dari masa ke masa.

Abang, saya tidak pernah lupakan abang
Seringkali potret comel abanglah
Yang menjadi penawar rindu
Tatkala saya menangisi kepergian abang.

Abang, kekadang hati ini berkata-kata
Bagaikan abang masih berada di sisi
Bagaikan abang masih ada di dunia ini
Di sebalik butiran bintang nun jauh di angkasa
Maafkan saya abang
Maafkan kami adik-adikmu
Sesungguhnya kami tidak pernah menjangka
Penyakit abang itu adalah petanda
Abang akan meninggalkan kami.

Abang, saya sayang abang
Sayang abang sepenuh hati saya
Moga abang bahagia di sana
Menjadi penghuni salah satu syurga Illahi.

# Bicara ini kutujukan khas kepada abang-abang saya yang telah pergi menghadap Illahi. Sesungguhnya kehilangan mereka mengubah hidupku. Dunia ini ada kepahitan, dunia ini ada kemanisan.  Bersedialah dalam mengharunginya.








Friday, July 27, 2012

Puisi Untuk Ayah Dan Ibu


Puisi untukmu Ibu

Ibu, saya sayang ibu
Sayang ibu sepenuh hati saya
Walau dunia kita berbeza
Tapi ibu tetap di hati saya.

Ibu, saya sayang ibu
Ibulah syurgaku
Ibulah redhaku
Ibulah segala-galanya bagiku.

Ibu, izinkan saya berdoa untuk ibu
Izinkan saya untuk mendoakan
Kebahagiaan ibu di sana
Izinkan saya untuk merindui ibu
Dan izinkan mata ini bertemu ibu
Walaupun hanya di alam mimpi.

Ibu, saya sayang ibu
Maafkan saya ibu
Maafkan segala kesilapan saya
Maafkan saya.

Ibu, doa saya akan sentiasa mengiringi ibu
Walau ibu jauh di sana
Walau kita tak pernah lagi bersua
Tapi cinta dan kasih saya pada ibu
Akan tumbuh subur untuk selamanya.
Walau jasad saya di sini, di dunia ini
Tapi doa saya tetap setia menemani ibu.

Ibu, akan kudoakan Ibu
Keselamatan ibu
Kebahagiaan ibu
Akanku mohon pada Allah
Agar ibu gembira di sana
Menjadi penghuni salah Satu
dari syurga-syurga-Nya.

Ibu percayalah ibu
Cinta dan kasih sayang pada ibu
Tetap tumbuh subur di hati ini
Walau di mana saya berada
Selama-lamanya.

Saya sayang ibu
Kekal abadi selama-lamanya
Amin…

S.Hana AK
12.00 pm
25.02.2012 (Sabtu)
Kuala Lumpur



Puisi untukmu Ayah

Ayah, saya sayang ayah
Sayang ayah sepenuh hati saya
Walau ayah jauh dari pandangan
Tapi ayah tetap dekat di hati

Ayah, saya sayang ayah
Ayah adalah syurgaku
Ayah adalah redhaku
Ayahlah segala-galanya bagiku

Ayah, jangan pergi dulu ayah
Jangan pergi dulu
Jangan pergi sebelum
Saya membalas kasih sayang ayah

Ayah, saya sayang ayah
Maafkan saya ayah
Maafkan saya
Maafkan saya

Ayah, doa saya untuk ayah
Akan sentiasa bercambah di hati ini
Hingga denyut nafas saya yang terakhir
Walau jasad ini sudah tiada
Tapi roh saya masih di sini
Masih setia di sisi ayah.

Ayah, akan ku doakan ayah
Kebahagiaan ayah
Keselamatan ayah
Kasih sayang ayah
Rezeki ayah
Kesihatan ayah
Percayalah ayah
Cinta dan kasih sayang saya
Tetap tumbuh subur
Walau di mana saya berada.

Saya sayang ayah
Kekal abadi selama-lamanya.
Amin...

S. Hana AK
21 Feb 2012
Kuala Lumpur.

Sunday, November 6, 2011

Warkah Seekor Burung Kepada Seorang Manusia


Aku adalah seekor burung
Mungkin engkau sudah lama kenal aku
Akulah yang selalu memekik di ranting dahan
Kala pagi menjenggah waktu
Di depan rumahmu.

Dulu, dunia ini adalah kegembiraanku
Di sana sini aku bisa terbang bebas
Dengan hati yang penuh girang
Tanpa rasa bimbang, tanpa rasa duka.

Tapi engkau tahu?
Sekarang, dunia ini bagaikan lautan api
Yang menyambar tiap inci tubuhku
Hingga yang tinggal adalah kesedihan dan kesengsaraan.

Apakah engkau sedar
Angkara siapakah ini?
Inilah angkara bangsamu!
Tidakkah engkau sedar, kemerdekaan engkau itulah
Malapetaka bagi kami.

Kami sudah tidak punya apa-apa
Makanan kami
Sedikit demi sedikit engkau habiskan
Hingga yang tinggal hanyalah keraknya.
Engkau biarkan bangsaku tak terbela
Engkau biarkan bangsaku kemiskinan
Engkau biarkan bangsaku kesakitan
Engkau biarkan bangsaku pupus di muka bumi ini.

Sekarang, ku tanya kamu dan bangsamu?
Apa ertinya merdeka bagi kalian?
Kebebasan yang kalian kecapi
Tidak ada maknannya
Jika kami di sini kalian abaikan
Jika kami di sini, kalian perlekehkan.
Suara hati kami, kalian permainkan.

Kalian kaya dengan kemodenan, itu tidak apa
Kalian kaya dengan kebebasan, itu juga tidak apa
Kalian kaya dengan keseronokan, juga tidak apa
Tapi kalian miskin dengan nilai-nilai keduniaan.

Aku adalah seekor burung pipit
Yang datang mewakili bangsaku yang bisu
Tiap hari di depan rumahmu
Pulangkan hakku, pulangkan hak bangsaku,
Kembalikan hak kami.

Andai engkau tetap ego
Maka tidak apalah, kami akur
Kami tidak lagi menuntut apa-apa
Ambillah hak kami
Ambillah kehidupan kami
Buatlah sesuka hatimu
Di sana nanti kita pasti akan bertemu
Kerna, dunia ini sekadar pelabuhan
Bagi kami, bangsa yang terjajah.

Pesanku,
Carilah erti kemerdekaan yang sebenar
Sebelum ianya hilang ditelan arakan sejarah dunia.

Nukilan: S. Hana AK
11. 09 PM
29 . 10. 2011 (Sabtu)
KHAR UPSI.
arkah Seekor Burung Kepada Seorang Manusia

Friday, September 16, 2011

Diari Sang Penyair


Aku ingin mencari
tapi aku tidak tahu
apa yang dicari.

Aku ingin memahami
tapi aku tidak tahu
apa yang ingin difahami.

Aku ingin memerlukan
tapi aku tidak tahu
apa yang aku perlukan.

Puas aku coba
tapi aku tidak tahu
mungkin jika aku
menatap cakrawala
rumah segala bulan, bintang dan mentari
mungkin aku bisa tahu
apa yang aku cari
apa yang aku ingin fahami
dan apa yang aku perlukan.

Tapi,
bulan tidak datang
bintang tidak lagi hadir
dan mentari pula semakin
hilang ditelan arakan mendung di ufuk barat.

Di sini,
di balik dinding konkrit
aku masih mencari
masih ingin memahami
dan masih ingin memerlukan
yang aku tidak tahu,
yang memang aku tidak tahu.

S. Hana AK
17 September 2011 ( Sabtu)
1.20 Pm
KHAR

Saturday, April 23, 2011

PAGI

Pagi yang jernih
Berlagu burung-burung
Burung-burung yang terkurung
Dari sangkar kemurungan.

Pagi yang jernih
Berlagu anak-anak desa
Meniti jambatan, titian kasih ilmu
Mengharungi cabaran
Arus sungai yang mengalir lesu.

Pagi yang jernih
Embun menutupi bukit, gunung
Menghiasi alam maya, hutan rimba
Yang aneh dan ghaib. Penuh misteri
Rasiah sebuah alam kehidupan di dunia
Mahupun alam ghaib, alam akhirat.

Pagi yang jernih
Ibu keluar. Menjinjing bakul
Menjaja kuih
Ayah keluar rumah. Motorsikal buruk
Nadi kehidupannya. Mencari rezeki
Pada anak-anak dan isteri
Tercinta.

Pagi yang jernih
Embun menghiasi bangunan-bangunan
Matahari memancar layu
Sinarnya bertali arus
Enggan hidupnya diharungi
Oleh alam yang penuh rasiah.

Pagi yang jernih
Manusia kota, kereta kota
Derum-deram kota, bunyian kota
Burung-burung kota, tikus kota
Masing-masing saling berlumba
Mencari rezeki, rezeki kota
Alam metropolitan.

Nukilan: S. Hana Ak
Kuala Lumpur

Thursday, April 7, 2011

SIAPALAH AKU DI SISIMU

Siapalah aku di sisimu
hanya seorang insan kerdil
yang punya hati nurani
untuk dikasihi dan mengasihani.

Siapalah aku di sisimu
hanya seorang manusia biasa
yang ingin punya rasa
untuk dicintai dan mencintai.

Siapalah aku di sisimu
hanya seorang hamba hina
yang punya kekurangan
dalam memegang amanahmu.

Siapalah aku di sisimu
hanya seorang musafir rawan
yang ingin mengembara di pelabuhan
yang hanya sementara ini.

Siapalah aku di sisimu
hanya seorang pengemis OKU
yang tak punya kekuatan
untuk menjadi pengemis rindu
dan hidayah daripadamu.


Siapalah aku di sisimu
Seorang insan, manusia, hamba, musafir dan pengemis
Yang tidak punya apa-apa
Untuk ku jadikan sebagai amal
Ketika aku berjumpa denganmu
Ketika di padang masyhar nanti.

Siapalah aku di sisimu Ya Rahim...
Engkau Yang Maha Agung dan Maha Berkuasa
Hanya kepada-Mu tempat ku kembali
Dan berlindung dari belenggu kegelapan hatiku ini.

S. Hana AK
07 April 2011 (Khamis)
22.51 PM
Taman Hijau, Slim River, Perak.

Tuesday, January 11, 2011

PELABUHAN PENA

Angin...ku bisikkan rinduku ini kepadamu.
Biar rindu ini kau alirkan dalam pelukanmu.
Mencari dia yang tidak pernah kutemu.

Sungai...bukakanlah jendela hidupmu.
Biar hatimu bertaut dengan hatiku.
Mencari makna erti sebuah kasih sayang.
Agar terbenam di lubuk jasadmu yang paling dalam.

Air...pelahankanlah aliran lesumu.
Biar menjadi rimba kebahagiaanku.
Agar kelak aku dapat menemui
Cahaya kegembiraan dalam hidupku.

Langit...singkapkanlah tabir birumu.
Agar aku dapat menanam alwan kesedihan
Yang bersarang dalam nuraniku, selama-lamanya.

Senja...lihatlah aku.
Dengarkanlah rintihan hatiku.

Wahai pemilik nyawaku....
Leraikanlah pelabuhan duka dalam sukmaku.
Hapuskanlah air mata yang menghuni jiwaku.
Biar menjadi debu.
Agar ketetapan-Mu menjadi syurga bagiku.
Agar doaku menjadi penawar segala kelukaanku.

Wednesday, November 17, 2010

Dia Telah Jadi Seperti Burung

Dia telah jadi seperti burung
yang terbang bebas di angkasa raya
kemana-mana ia pergi
alam akan tersenyum gembira
menyambut kehadirannya
mendengar siulan merdunya.

Siulannya kini bukan lagi siulan kemurungan
siulannya kini bukan lagi siulan kesedihan
siulannya kini bukan lagi siulan penyesalan.
yang selama ini merantai dirinya
yang selama ini memecah maruahnya.

Kini,
dunia barunya muncul kembali
sangkar yang membelenggunya sudah pecah
dimamah karat. Dia sudah bebas
bebas sebagai manusia yang bermaruah
bebas sebagai manusia yang berjaya.

Kini,
dia bebas memilih jalan hidupnya
kerna dia tahu
lorong di hadapannya semakin menjauh
dan dia mesti mengapainya
seiring dengan visi dan misi hidupnya.

Dia kini telah jadi seperti burung
yang bebas terbang ke mana-mana
ya, dia sudah jadi seperti burung
dan dia tidak akan berpatah balik
yakin dan pasti!

S. Hana AK
16 November 2010(Selasa)
1.53 pm
KHAR, UPSI

Friday, November 12, 2010

Remaja

Ketika senja begini
Aku bisa melihat
Anak-anak desa keliling
Kampung,
Duduk di pinggir-pinggir bahu
Jalan,
Ataupun menginap di kedai-kedai
Sementara menunggu bunga segar
datang mengintai

Seperti kebiasaannya
Telingaku selalu mendengar
Bingkisan suara raksasa
Dari bibir-bibir hitam
Mereka, apabila berbicara
Tentang erti
Keremajaan.

S.Hana AK
010206

Wednesday, October 20, 2010

ABSURD PADA PERJALANAN

Hari-hari yang kian mendatang
Bagaikan angin yang membelai ruang.
Pilu dalam kepuraan
Sedih dalam kedukaan
Tapi entah
Adakalanya dunia ini bagaikan lautan kasih
Dan
Adakalanya dunia ini bagaikan pokok rendang tempat
Sang burung berteduh dari hujan

Nun di puncak yang tertinggi
Tertulis sudah suratan takdir
Bagi sebuah perjalanan yang jauh
Mencari misi hidup
Aneh dan pelik.

Tiada titik noktah dalam pencarian
Kiranya pencarian itu satu pengorbanan
Dalam merangka kewujudan masa hadapan.
Demi sebuah istana idaman

Hidup ini umpama Burung Camar
Yang terbang beriringan dan bebas di lautan yang luas
Mencari pantai untuk berteduh
Adakalanya ia terbabas jauh di tengah
Sehingga sukar untuk mencari jalan pulang

Dalam hidup
Manusia mesti pandai mengubah haluan
Jalan hidupnya
Bijak dalam kepayahan
Agar tidak tersungkur jatuh
Di lembah kehinaan.


Oleh: s.hana ak
170906
9.45-10.23 PM

Saturday, October 16, 2010

RINTIK-RINTIK HUJAN

Hujan adalah rahmat
Yang diturunkan oleh Tuhan
Yang Maha Kuasa
Lagi Maha Agung

Hujan adalah berkat
Yang diturunkan oleh Tuhan
Yang Maha Pemurah
Lagi Maha Penyayang

Di kala manusia leka dan alfa
Hujan pemberi peringatan
Kepada manusia
Agar kembali ke alam realiti

Kala rintik-rintik hujan gugur
Dan jatuh ke wajah bumi
Ia mengajar kita
Untuk mengingat kembali
Dosa-dosa yang lalu
Agar nanti tak tersungkur
Di perdu kemaksiatan.

Hujan adalah citra
Bayangan ilham
Yang diturunkan oleh illahi
Kepada sang pemuja alam
Yakni para penulis berbakat
Di gerbang dunia sastera.

Hujan adalah kenangan
Buat para pencinta
Cinta pada manusia
Atau
Cinta pada alam jagat raya.

Hujan adalah pelentur
Hati yang keras bisa menjadi cair
Hati yang lembut bisa menjadi keras
Dalam mengharungi ranjau kehidupan
Sebagai musafir di bumi Illahi.

Di sebalik kedinginannya
Ada debu yang menerbang
Ada ruang yang maha luas
Ada kasih yang menunjang
Kepada bakal penghuni dunia
Agar tidak berpaling
Pada rahmat Illahi.

Nukilan:
S. Hana AK
30 April 2010 ( Jumaat)
4.00 am
KHAR, UPSI

Tuesday, September 21, 2010

Tuhan

Kau lebih mengerti
Apa yang kami pinta
Apa yang kami fikir
Kau lebih mengerti
Apa yang tidak kami ketahui
Apa yang tersembunyi di balik batasmu
Dalam diri maupun di luar diri
Zahir dan batin
Dalam dunia ataupun di luar dunia
Alam semesta
Di alam ghaib sekalipun
kau lebih mengerti segalanya.

Lalu,
Kupohon padamu
Jadikan kami hambamu
Yang tahu mengerti
Tuhan.

S. Hana AK
030807 ( Jumaat )
12.06 pm
( Khar )

Monday, September 13, 2010

SAJAK UNTUK SAHABAT

Sahabat-sahabatku,
usah dipandang ke belakang
melihat senja yang sudah berlalu
tetapi lihatlah masa depan kita
yakni perjalanan yang panjang
tetapi sementara
sebelum sampai kepada kematian.

sahabat-sahabatku
bila tiba waktu pertemuan
usahlah ragu mengungkapkan kata kemaafan
bila tiba waktu perpisahan
usahlah tangisi kepergian rakan-rakanmu
seperti mana mereka menangisi kepergianmu
kerana sesungguhnya semua itu
ada hikmah yang Allah berikan.

sahabat-sahabatku,
jika ada kesalahan dan kesilapan
antara kita, marilah...marilah...
aku seru sahabat-sahabatku semua
agar kita bermaafan antara satu sama lain
supaya kelak tiada yang merana
supaya kelak tiada yang berduka
supaya kelak tiada yang berpura-pura.

sahabat-sahabatku,
sesungguhnya pertemuan kita
sudah ditentukan oleh Allah SWT
oleh itu marilah kita hargai pertemuan ini
dan sesungguhnya perpisahan kelak
juga adalah takdir Tuhan
yang harus kita terima
terimalah ia dengan penuh keredhaan.

sahabat-sahabatku,
terima kasih atas segalanya
semoga kita akan dipertemukan kembali
walaupun mungkin
pertemuan ini bukan di dunia
tetapi Insya Allah, berdoalah agar kita
dipertemukan di akhirat kelak.

semoga Allah menempatkan kamu sahabat-sahabatku
dalam kalangaan orang yang beriman kelak....

salam dariku pengembara @ musafir
dalam lautan manusia dan kehidupan.

salam,

S. Hana AK
2 Feb 2010 (Selasa)
3.00 petang
Upsi

Thursday, September 2, 2010

PAGI

Pagi yang jernih
Berlagu burung-burung
Burung-burung yang terkurung
Dari sangkar kemurungan.

Pagi yang jernih
Berlagu anak-anak desa
Meniti jambatan, titian kasih ilmu
Mengharungi cabaran
Arus sungai yang mengalir lesu.

Pagi yang jernih
Embun menutupi bukit, gunung
Menghiasi alam maya, hutan rimba
Yang aneh dan ghaib. Penuh misteri
Rasiah sebuah alam kehidupan di dunia
Mahupun alam ghaib, alam akhirat.

Pagi yang jernih
Ibu keluar. Menjinjing bakul
Menjaja kuih
Ayah keluar rumah. Motorsikal buruk
Nadi kehidupannya. Mencari rezeki
Pada anak-anak dan isteri
Tercinta.

Pagi yang jernih
Embun menghiasi bangunan-bangunan
Matahari memancar layu
Sinarnya bertali arus
Enggan hidupnya diharungi
Oleh alam yang penuh rasiah.

Pagi yang jernih
Manusia kota, kereta kota
Derum-deram kota, bunyian kota
Burung-burung kota, tikus kota
Masing-masing saling berlumba
Mencari rezeki, rezeki kota
Alam metropolitan.

Nukilan: S. Hana AK
Kuala Lumpur

Wednesday, August 25, 2010

ABSURD PADA PERJALANAN

Hari-hari yang kian mendatang
Bagaikan angin yang membelai ruang.
Pilu dalam kepuraan
Sedih dalam kedukaan
Tapi entah
Adakalanya dunia ini bagaikan lautan kasih
Dan
Adakalanya dunia ini bagaikan pokok rendang tempat
Sang burung berteduh dari hujan


Nun di puncak yang tertinggi
Tertulis sudah suratan takdir
Bagi sebuah perjalanan yang jauh
Mencari misi hidup
Aneh dan pelik.


Tiada titik noktah dalam pencarian
Kiranya pencarian itu satu pengorbanan
Dalam merangka kewujudan masa hadapan.
Demi sebuah istana idaman


Hidup ini umpama Burung Camar
Yang terbang beriringan dan bebas di lautan yang luas
Mencari pantai untuk berteduh
Adakalanya ia terbabas jauh di tengah
Sehingga sukar untuk mencari jalan pulang


Dalam hidup
Manusia mesti pandai mengubah haluan
Jalan hidupnya
Bijak dalam kepayahan
Agar tidak tersungkur jatuh
Di lembah kehinaan.


S.Hana AK
170906
9.45-10.23 PM