Dia telah jadi seperti burung
yang terbang bebas di angkasa raya
kemana-mana ia pergi
alam akan tersenyum gembira
menyambut kehadirannya
mendengar siulan merdunya.
Siulannya kini bukan lagi siulan kemurungan
siulannya kini bukan lagi siulan kesedihan
siulannya kini bukan lagi siulan penyesalan.
yang selama ini merantai dirinya
yang selama ini memecah maruahnya.
Kini,
dunia barunya muncul kembali
sangkar yang membelenggunya sudah pecah
dimamah karat. Dia sudah bebas
bebas sebagai manusia yang bermaruah
bebas sebagai manusia yang berjaya.
Kini,
dia bebas memilih jalan hidupnya
kerna dia tahu
lorong di hadapannya semakin menjauh
dan dia mesti mengapainya
seiring dengan visi dan misi hidupnya.
Dia kini telah jadi seperti burung
yang bebas terbang ke mana-mana
ya, dia sudah jadi seperti burung
dan dia tidak akan berpatah balik
yakin dan pasti!
S. Hana AK
16 November 2010(Selasa)
1.53 pm
KHAR, UPSI
Wednesday, November 17, 2010
Dia Telah Jadi Seperti Burung
Posted by DIARI SANG PENYAIR at 2:07 AM 0 comments
Labels: puisi
Friday, November 12, 2010
Remaja
Ketika senja begini
Aku bisa melihat
Anak-anak desa keliling
Kampung,
Duduk di pinggir-pinggir bahu
Jalan,
Ataupun menginap di kedai-kedai
Sementara menunggu bunga segar
datang mengintai
Seperti kebiasaannya
Telingaku selalu mendengar
Bingkisan suara raksasa
Dari bibir-bibir hitam
Mereka, apabila berbicara
Tentang erti
Keremajaan.
S.Hana AK
010206
Posted by DIARI SANG PENYAIR at 9:32 AM 0 comments
Labels: puisi
Subscribe to:
Comments (Atom)