Hari-hari yang kian mendatang
Bagaikan angin yang membelai ruang.
Pilu dalam kepuraan
Sedih dalam kedukaan
Tapi entah
Adakalanya dunia ini bagaikan lautan kasih
Dan
Adakalanya dunia ini bagaikan pokok rendang tempat
Sang burung berteduh dari hujan
Nun di puncak yang tertinggi
Tertulis sudah suratan takdir
Bagi sebuah perjalanan yang jauh
Mencari misi hidup
Aneh dan pelik.
Tiada titik noktah dalam pencarian
Kiranya pencarian itu satu pengorbanan
Dalam merangka kewujudan masa hadapan.
Demi sebuah istana idaman
Hidup ini umpama Burung Camar
Yang terbang beriringan dan bebas di lautan yang luas
Mencari pantai untuk berteduh
Adakalanya ia terbabas jauh di tengah
Sehingga sukar untuk mencari jalan pulang
Dalam hidup
Manusia mesti pandai mengubah haluan
Jalan hidupnya
Bijak dalam kepayahan
Agar tidak tersungkur jatuh
Di lembah kehinaan.
Oleh: s.hana ak
170906
9.45-10.23 PM
Wednesday, October 20, 2010
ABSURD PADA PERJALANAN
Posted by DIARI SANG PENYAIR at 11:32 PM 0 comments
Labels: puisi
Saturday, October 16, 2010
RINTIK-RINTIK HUJAN
Hujan adalah rahmat
Yang diturunkan oleh Tuhan
Yang Maha Kuasa
Lagi Maha Agung
Hujan adalah berkat
Yang diturunkan oleh Tuhan
Yang Maha Pemurah
Lagi Maha Penyayang
Di kala manusia leka dan alfa
Hujan pemberi peringatan
Kepada manusia
Agar kembali ke alam realiti
Kala rintik-rintik hujan gugur
Dan jatuh ke wajah bumi
Ia mengajar kita
Untuk mengingat kembali
Dosa-dosa yang lalu
Agar nanti tak tersungkur
Di perdu kemaksiatan.
Hujan adalah citra
Bayangan ilham
Yang diturunkan oleh illahi
Kepada sang pemuja alam
Yakni para penulis berbakat
Di gerbang dunia sastera.
Hujan adalah kenangan
Buat para pencinta
Cinta pada manusia
Atau
Cinta pada alam jagat raya.
Hujan adalah pelentur
Hati yang keras bisa menjadi cair
Hati yang lembut bisa menjadi keras
Dalam mengharungi ranjau kehidupan
Sebagai musafir di bumi Illahi.
Di sebalik kedinginannya
Ada debu yang menerbang
Ada ruang yang maha luas
Ada kasih yang menunjang
Kepada bakal penghuni dunia
Agar tidak berpaling
Pada rahmat Illahi.
Nukilan:
S. Hana AK
30 April 2010 ( Jumaat)
4.00 am
KHAR, UPSI
Posted by DIARI SANG PENYAIR at 6:23 AM 0 comments
Labels: puisi