? ??????????????Hawaii? ????? ?? ???Rating: 4.4 (124 Ratings)??451 Grabs Today. 25788 Total Grabs. ??????P
review?? | ??Get the Code?? ?? ???????????????????????????????????????Coming Home? ????? ?? ???Rating: 5.0 (2 Ratings)??422 Grabs Today. 3986 Total Grabs. ??????Preview?? | ??Get the BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS ?

Wednesday, November 17, 2010

Dia Telah Jadi Seperti Burung

Dia telah jadi seperti burung
yang terbang bebas di angkasa raya
kemana-mana ia pergi
alam akan tersenyum gembira
menyambut kehadirannya
mendengar siulan merdunya.

Siulannya kini bukan lagi siulan kemurungan
siulannya kini bukan lagi siulan kesedihan
siulannya kini bukan lagi siulan penyesalan.
yang selama ini merantai dirinya
yang selama ini memecah maruahnya.

Kini,
dunia barunya muncul kembali
sangkar yang membelenggunya sudah pecah
dimamah karat. Dia sudah bebas
bebas sebagai manusia yang bermaruah
bebas sebagai manusia yang berjaya.

Kini,
dia bebas memilih jalan hidupnya
kerna dia tahu
lorong di hadapannya semakin menjauh
dan dia mesti mengapainya
seiring dengan visi dan misi hidupnya.

Dia kini telah jadi seperti burung
yang bebas terbang ke mana-mana
ya, dia sudah jadi seperti burung
dan dia tidak akan berpatah balik
yakin dan pasti!

S. Hana AK
16 November 2010(Selasa)
1.53 pm
KHAR, UPSI

Friday, November 12, 2010

Remaja

Ketika senja begini
Aku bisa melihat
Anak-anak desa keliling
Kampung,
Duduk di pinggir-pinggir bahu
Jalan,
Ataupun menginap di kedai-kedai
Sementara menunggu bunga segar
datang mengintai

Seperti kebiasaannya
Telingaku selalu mendengar
Bingkisan suara raksasa
Dari bibir-bibir hitam
Mereka, apabila berbicara
Tentang erti
Keremajaan.

S.Hana AK
010206

Wednesday, October 20, 2010

ABSURD PADA PERJALANAN

Hari-hari yang kian mendatang
Bagaikan angin yang membelai ruang.
Pilu dalam kepuraan
Sedih dalam kedukaan
Tapi entah
Adakalanya dunia ini bagaikan lautan kasih
Dan
Adakalanya dunia ini bagaikan pokok rendang tempat
Sang burung berteduh dari hujan

Nun di puncak yang tertinggi
Tertulis sudah suratan takdir
Bagi sebuah perjalanan yang jauh
Mencari misi hidup
Aneh dan pelik.

Tiada titik noktah dalam pencarian
Kiranya pencarian itu satu pengorbanan
Dalam merangka kewujudan masa hadapan.
Demi sebuah istana idaman

Hidup ini umpama Burung Camar
Yang terbang beriringan dan bebas di lautan yang luas
Mencari pantai untuk berteduh
Adakalanya ia terbabas jauh di tengah
Sehingga sukar untuk mencari jalan pulang

Dalam hidup
Manusia mesti pandai mengubah haluan
Jalan hidupnya
Bijak dalam kepayahan
Agar tidak tersungkur jatuh
Di lembah kehinaan.


Oleh: s.hana ak
170906
9.45-10.23 PM

Saturday, October 16, 2010

RINTIK-RINTIK HUJAN

Hujan adalah rahmat
Yang diturunkan oleh Tuhan
Yang Maha Kuasa
Lagi Maha Agung

Hujan adalah berkat
Yang diturunkan oleh Tuhan
Yang Maha Pemurah
Lagi Maha Penyayang

Di kala manusia leka dan alfa
Hujan pemberi peringatan
Kepada manusia
Agar kembali ke alam realiti

Kala rintik-rintik hujan gugur
Dan jatuh ke wajah bumi
Ia mengajar kita
Untuk mengingat kembali
Dosa-dosa yang lalu
Agar nanti tak tersungkur
Di perdu kemaksiatan.

Hujan adalah citra
Bayangan ilham
Yang diturunkan oleh illahi
Kepada sang pemuja alam
Yakni para penulis berbakat
Di gerbang dunia sastera.

Hujan adalah kenangan
Buat para pencinta
Cinta pada manusia
Atau
Cinta pada alam jagat raya.

Hujan adalah pelentur
Hati yang keras bisa menjadi cair
Hati yang lembut bisa menjadi keras
Dalam mengharungi ranjau kehidupan
Sebagai musafir di bumi Illahi.

Di sebalik kedinginannya
Ada debu yang menerbang
Ada ruang yang maha luas
Ada kasih yang menunjang
Kepada bakal penghuni dunia
Agar tidak berpaling
Pada rahmat Illahi.

Nukilan:
S. Hana AK
30 April 2010 ( Jumaat)
4.00 am
KHAR, UPSI

Tuesday, September 21, 2010

Tuhan

Kau lebih mengerti
Apa yang kami pinta
Apa yang kami fikir
Kau lebih mengerti
Apa yang tidak kami ketahui
Apa yang tersembunyi di balik batasmu
Dalam diri maupun di luar diri
Zahir dan batin
Dalam dunia ataupun di luar dunia
Alam semesta
Di alam ghaib sekalipun
kau lebih mengerti segalanya.

Lalu,
Kupohon padamu
Jadikan kami hambamu
Yang tahu mengerti
Tuhan.

S. Hana AK
030807 ( Jumaat )
12.06 pm
( Khar )

Monday, September 13, 2010

SAJAK UNTUK SAHABAT

Sahabat-sahabatku,
usah dipandang ke belakang
melihat senja yang sudah berlalu
tetapi lihatlah masa depan kita
yakni perjalanan yang panjang
tetapi sementara
sebelum sampai kepada kematian.

sahabat-sahabatku
bila tiba waktu pertemuan
usahlah ragu mengungkapkan kata kemaafan
bila tiba waktu perpisahan
usahlah tangisi kepergian rakan-rakanmu
seperti mana mereka menangisi kepergianmu
kerana sesungguhnya semua itu
ada hikmah yang Allah berikan.

sahabat-sahabatku,
jika ada kesalahan dan kesilapan
antara kita, marilah...marilah...
aku seru sahabat-sahabatku semua
agar kita bermaafan antara satu sama lain
supaya kelak tiada yang merana
supaya kelak tiada yang berduka
supaya kelak tiada yang berpura-pura.

sahabat-sahabatku,
sesungguhnya pertemuan kita
sudah ditentukan oleh Allah SWT
oleh itu marilah kita hargai pertemuan ini
dan sesungguhnya perpisahan kelak
juga adalah takdir Tuhan
yang harus kita terima
terimalah ia dengan penuh keredhaan.

sahabat-sahabatku,
terima kasih atas segalanya
semoga kita akan dipertemukan kembali
walaupun mungkin
pertemuan ini bukan di dunia
tetapi Insya Allah, berdoalah agar kita
dipertemukan di akhirat kelak.

semoga Allah menempatkan kamu sahabat-sahabatku
dalam kalangaan orang yang beriman kelak....

salam dariku pengembara @ musafir
dalam lautan manusia dan kehidupan.

salam,

S. Hana AK
2 Feb 2010 (Selasa)
3.00 petang
Upsi

Thursday, September 2, 2010

PAGI

Pagi yang jernih
Berlagu burung-burung
Burung-burung yang terkurung
Dari sangkar kemurungan.

Pagi yang jernih
Berlagu anak-anak desa
Meniti jambatan, titian kasih ilmu
Mengharungi cabaran
Arus sungai yang mengalir lesu.

Pagi yang jernih
Embun menutupi bukit, gunung
Menghiasi alam maya, hutan rimba
Yang aneh dan ghaib. Penuh misteri
Rasiah sebuah alam kehidupan di dunia
Mahupun alam ghaib, alam akhirat.

Pagi yang jernih
Ibu keluar. Menjinjing bakul
Menjaja kuih
Ayah keluar rumah. Motorsikal buruk
Nadi kehidupannya. Mencari rezeki
Pada anak-anak dan isteri
Tercinta.

Pagi yang jernih
Embun menghiasi bangunan-bangunan
Matahari memancar layu
Sinarnya bertali arus
Enggan hidupnya diharungi
Oleh alam yang penuh rasiah.

Pagi yang jernih
Manusia kota, kereta kota
Derum-deram kota, bunyian kota
Burung-burung kota, tikus kota
Masing-masing saling berlumba
Mencari rezeki, rezeki kota
Alam metropolitan.

Nukilan: S. Hana AK
Kuala Lumpur

Wednesday, August 25, 2010

ABSURD PADA PERJALANAN

Hari-hari yang kian mendatang
Bagaikan angin yang membelai ruang.
Pilu dalam kepuraan
Sedih dalam kedukaan
Tapi entah
Adakalanya dunia ini bagaikan lautan kasih
Dan
Adakalanya dunia ini bagaikan pokok rendang tempat
Sang burung berteduh dari hujan


Nun di puncak yang tertinggi
Tertulis sudah suratan takdir
Bagi sebuah perjalanan yang jauh
Mencari misi hidup
Aneh dan pelik.


Tiada titik noktah dalam pencarian
Kiranya pencarian itu satu pengorbanan
Dalam merangka kewujudan masa hadapan.
Demi sebuah istana idaman


Hidup ini umpama Burung Camar
Yang terbang beriringan dan bebas di lautan yang luas
Mencari pantai untuk berteduh
Adakalanya ia terbabas jauh di tengah
Sehingga sukar untuk mencari jalan pulang


Dalam hidup
Manusia mesti pandai mengubah haluan
Jalan hidupnya
Bijak dalam kepayahan
Agar tidak tersungkur jatuh
Di lembah kehinaan.


S.Hana AK
170906
9.45-10.23 PM

Tuesday, August 24, 2010

DI MALAM RAMADHAN

Di malam Ramadhan
ku bersimpuh pada-Nya
memohon petunjuk
dari kegelapan
memohon keberkatan
dalam arus kehidupan
moga hidup ini
berada dalam jagaannya.

Di malam Ramadhan
Ku bersimpuh pada-Nya
Minta dibukakan rahmat
Buat Saudara-saudaraku yang
Sebangsa , senegara, sedunia
kerana mereka semua
adalah darah dagingku
darah, Nabi Adam as…

Di malam Ramadhan
aku bersimpuh pada-Nya
minta keampunan
minta ketenangan
minta keredahaan
minta kebijaksanaan
minta kemuliaan
moga nanti
bahagia di akhirat

S. Hana AK
31 ogos 2008
1.17 am ( ahad )
Khar

Friday, August 13, 2010

BONDAKU SAYANG

Bu
Sepuluh tahun kepergianmu
Mendambakan kasih di hatiku
Sepuluh tahun kepergianmu
Memuatkan kenangan dalam hatiku
Yang abadi bukan fana.

Bu
Sudah kering kolam air mata ini
Menangisi kepergianmu
Menghadap illahi
Yang abadi.

Bu
Andai aku tuhan jadikan
Sebagai seorang anak yang soleh
Aku tak akan lupakanmu bu
Dalam setiap solat sujudku
Agar kau lebih tenang di sana
Alam abadi bukan fana
Bersama abang yang tersayang.


Bu
Dengarkan kalimah Allah selalu di sana.
Katakan pada tuhan kita yang
Aku sayang padamu
Kerna di sini
Aku terus bergelut dengan
syaitan dan nafsu nafsi
yang tak punya belas kasihan
terhadap hamba-Nya.

Bu
betapa kasih yang kau curahkan padaku
Walaupun sementara
Namun ia akan terus mekar di dada ini
Hingga hujung nyawa.
Dan andai suatu hari nanti tuhan ciptakan
seorang adam dan zuriat kepadaku
akanku lukis jiwa mereka dengan kalimah
Laillahaillah Muhamadar Rasulullah.

bu
sepi itu indah
tapi sepi juga bosan
tiada kesepian dalam kebosanan
tiada kebosanan dalam kesepian
amanlah dikau di sana bu
bersama abang
andai ibu menghadap Allah,
Katakan yang ibu sayang kepadanya
Kerana syurga itu terletak di bawa arasynya.
Ambillah firdaus
Jangan ambil jahanam
Ibu.

Nukilan:
S. Hana AK
280318 ( Jumaat )
2.43 Pm
Khar

Sunday, August 8, 2010

Sunyi

Sunyi
alam ini sunyi
tanpa beburung yang berkicauan
tanpa manusia yang berbicara.

Sunyi
aku sunyi seorang diri
tanpa teman
tanpa sahabat.

Mungkinkah
sudah suratan azali
alam perlukan teman
manusia perlukan alam
dan aku perlukan sahabat?

Ketika manusia dan alam bersatu
dunia ini pasti ceria
tiada kesunyian
tiada kesepian
kerana semuanya
saling memerlukan.

S. Hana AK
5 Jun 2010 (Ahad)
UPSI

Sunday, August 1, 2010

Hikayat seorang hamba

Ada sebuah hikayat
Hikayat tentang hidup
Hidup seorang Hamba
Insan biasa yang luar biasa.

Mahukah anda semua mendengarnya?

Hidupnya bagaikan awan larat
Yang sentiasa berarak
Walau ke mana sahaja
Dari Timur ke Barat
Dari utara ke selatan
Di atas langit nan indah
Bumi Ciptaan Illahi.

Lorong takdirnya dipenuhi dengan kembara
Kembara sekeping hati
Yang dimulai dengan kebahagiaan
Diakhiri dengan penderitaan
Seperti hikayat yang selalu kita dengar
Suatu ketika dulu
Cerita tentang anak-anak raja
Yang bercinta
Di Dunia dan kayangan.

Cuma bezanya...
Hikayat ini adalah sebuah realiti
Bukannya dongengan semata-mata
Hikayat seorang nakhoda
Sekaligus digelar pejuang bangsa
Musuhnya adalah manusia
Musuhnya juga adalah keadaan
Musuhnya juga adalah sejarah.

Beliau digelar saudagar
dan ahli pelayaran
serta pewira bangsa
di alam Melayu, abad ke-19
di sana sini, namanya terukir
dalam minda rakyat jelata
walaupun dirinya bukan hartawan
mahupun bangsawan

Cuma, bila sejarah semakin meyusuri teluk masa
Dan dunia semakin tua
Manusia pula semakin muda
Akhirnya yang tinggal
Hanyalah jejak kenangan
Yang tak pernah dikenang
Oleh generasi hari ini
Generasi abad ke-21
Lalu,
Kesetiaannya dinodai
Kebanggaannya di musnahi.

Hari ini,
Manusia semakin sedar
Lalu namanya dikenang kembali
Sebagai tokoh pahlawan
Alam Melayu yang berjaya.

Inilah ia sebuah hikayat
Hikayat seorang hamba
Insan biasa yang luar biasa.


S. Hana AK
26 Julai 2010
UPSI

Thursday, July 29, 2010

Kembara Awan Pilu Seorang Pejuang ( Khas Untuk Nakhoda Taib)

Dalam nafas cahaya
Kau berlabuh dalam hati insani
Mengukir sejarah gemilang
Mencorak warna awan nan biru
Melukis pelangi senja
Melakar pena derita.

Dalam tiap nafasmu
Kau curahkan bakti
pada saudara tercinta
walau derita sedang menanti
kau sebarkan ukhuwah
pada sahabat sejati
dengan satu pertautan kasih
tautan kasih sayang
tautan kesetiaan
tautan kebanggaan
tautan persaudaraan
atas nama satu bangsa.

Kala langit semakin senja
Angin menjadi beliung
masa semakin berlari
dan usia meningkat tua
keadaan sudah berubah
manusia menjadi binatang
kawan menjadi lawan
saudara menjadi petualang
lalu kau diusir dari korpus sejarah
menjadi pengemis di bumi sendiri.

Inilah kembara hidupmu
Bagaikan awan yang berarak tanpa tujuan
Ketika hidup dibiarkan papa
Walau jasa tinggi menggunung
Sesudah mati disanjung tinggi
Walau jasa menjejak tanah
Adat resam budaya Melayu
Dulu, hari ini, esok dan lusa
Bahkan untuk selamanya.

Kembara awan pilu, hilangkanlah dirimu
Kerna dunia semakin tua
Dan
Manusia, semakin muda.


S.Hana AK
26 Julai 2010
UPSI

Friday, July 16, 2010

DI MANAKAH DIA KEKASIHKU?

Di manakah dia kekasihku?
Yang akan mengajarku erti kasih sayang
Yang akan mengajarku erti cinta dan mencintai
Yang akan mengajarku merindui kasih-Nya
Yang akan mengajarku wanita dan isteri
Yang solehah dan taat kepada seorang suami

Di manakah dia kekasih hatiku?
Jika suatu hari nanti aku berada dalam kedukaan
Jika suatu hari nanti aku berada dalam kegelisahan
Jika suatu hari nanti aku berada dalam kesunyian
Jika suatu hari nanti aku berada dalam kegembiraan
Dia datang padaku dan mencium dahiku sambil berkata
‘ saya akan mencintaimu kerana Allah Yang Maha Kuasa
dan kita akan bersama keredhaannya…’

di manakah dia kekasih hatiku?
Di manakah dia kekasih hatiku?

Yang akan bersamaku mengutip bunga-bungaan yang wangi di taman syurga
Yang akan bersamaku menaiki pelangi jingga di atas langit yang membiru
Yang akan melindungiku dari segala malapateka
Yang akan menimpa bumi dan segala isi di dalamnya
Yang akan bersamaku melayari sebuah bahtera
Di lautan lepas yang paling dalam
Yang akan menyunting diriku sebahagian
Dari hidupnya tanpa ada keraguan sedikitpun
Yang akan menggumpul kekuatan bersamaku
Saat kami berada dalam ujian-Nya
Yang akan bersamaku dalam perjuangaan mencari syurga yang hakiki
Yang akan bersamaku untuk selama-lamaanya
Setianya padaku sedalam lautan
Setaianya padaku sebesar syurga
Setianya padaku seharum bunga di taman syurga

Di manakah dia kekasih hatiku?
Aku masih mencari dan terus menanti
Kemunculannya padaku yang
cintanya umpama
sehelai daun setawar
yang akan layu tapi nafasnya masih
bergema selagi takdir-Nya belum
berkata ‘ tidak’

di manakah dia kekasih hatiku?
Datanglah padaku…wahai kekasih
Yang diredhai Allah SWT.

Suhana AK
22 April 2009 ( Rabu )

LORONG PENGEMBARAAN

Untuk apa nak dikata
Jika lorong itu sudah pun ada di depan
Meliuk perit dalam belukar rimba
Dan gurun pasir yang penuh pencerobah.

Terkadang sayap bertanya
Kemanakah arah tujuan ini
Lorong seorang pengembara yang tiada bertapi
Pada hukum alam yang bengis
Yang hanya tahu mengaut kemanisan
gejolak dada jiwa pirma

Kalau ada manis dan hempedu yang mengitari
Kitaran jalan padang pasir dan hutan rimba
Jauh dari pencarobah. cubalah engkau memahaminya
bahawasahnya hidupmu adalah
hidup seorang pejuang kemerdekaan.


S.hana Ak
090807
5.49 pm
Kolej harun Aminurrashid ( 1-2-4 )

Monday, June 28, 2010

Makna Budi

Apakah dikatakan budi sekiranya
Setiap hari bibir molek ditumbuhi dengan kata – kata nista
Apakah dikatakan budi jika
Setiap masa hati dipenuhi dengan perasaan hasad dengki
Apakah dikatakan budi jika akal
Diracuni dengan api ketidakpuasan dan keangkuhan
Dan, Apakah ia dinamakan budi jika budi diringi
Dengan keluhan ataupun suara- suara ganas
Apakah ia dinamakan budi?


Ya,
Kita perlu tahu dan terokai maknanya
Bukan dengan main terkam
Bila nampak mamat tersenyum sumbing
Memasang perangkap
Sambil menghulur tangan kononnya
Untuk mengeratkan silaturrahim


Itu bukan dinamakan budi
budi adalah yang mampu membuatkan air mata
seorang kanak-kanak berhenti mengalir
budi adalah seperti angin yang
membelai lembut wajah-wajah anak bumi tercinta
budi itu tak terjangkau dalam lipatan pengalaman manusia
ia mampu berdiri sendiri
dan insan yang dihakimi adalah
orang yang kaya dengan budinya.


S. Hana AK
kg. kipaku
050407
khamis(5.20 Pm – 5.06 pm)

Wednesday, June 9, 2010

Puisi kepada alam

ku cuba bertanya
pada alam
mengapa dia begitu setia?

ku cuba meluah
pada alam
bahawa dia adalah rumah kesedihanku

ku cuba memuji
juga pada alam
tentang keindahannya

tapi
yang dijawabnya
adalah ini

'aku setia hanya pada mereka yang menghargaiku
aku adalah rumah kepada mereka yang menyayangiku
aku adalah ciptaan dari Yang Maha Kuasa'

lidahku kelu
tanganku tak mampu ku gerakkan
mataku tak berkelip
bibirku terkunci
aku tak mampu berbuat apa-apa
hanya hatiku yang berbisik

'adakah aku termasuk
dalam golongan yang memuliakannya?'

Nukilan:
S. Hana AK
25 Mei 2010 (Selasa)
21.00 pm
KHAR, UPSI

Friday, May 21, 2010

Duhai Hati, Tenanglah Dikau

Duhai hati
tenanglah dikau
Mengapa masih mengeluh
Terimalah kekecewaanmu
dengan penuh keredhaan
sesungguhnya Allah menyukai
jiwa hamba-Nya yang sentiasa tenang.

duhai hati
tenanglah dikau
mengapa mesti kecewa
mengapa mesti bersedih
mengapa mesti mengalah
ingatlah,
di sebalik kegagalan akan ada kejayaan
di sebalik kejayaan akan ada kegagalan
di sebalik kehidupan
akan ada pahit manisnya

duhai hati
tenangkan hatimu
berusahalah menerima kegagalan
kerana di sebalik yang tersirat
Tuhan sudah tetapkan hikmahnya
Usah menangis
Usah tangisi kegagalanmu

Duhai hati,
Sabarkanlah hatimu
Tabahkanlah hatimu
Carilah pengajaran di sebalik kekusaman itu
Carilah yang tersirat di sebalik yang tersurat
Dan
Carilah hikmah di sebalik kegagalanmu
Ingatlah
Bahawa tidak semuanya apa yang kita inginkan
Akan menjadi kenyataan
Juga
Tidak semua apa yang kita miliki
Akan kekal bersama kita
Jadilah hamba-Nya yang sentiasa bersyukur
Dengan nikmat yang Dia berikan
Belajarlah menerima Qada Dan Qadar
Yang sudah tersimpan di Luh Mahfuz

Belajarlah menghadapi kekalahan
Duhai hati!!

Nukilan:
S. Hana AK
21 Mei 2010 (Jumaat)
18.50 Pm
KHAR, UPSI

Sunday, May 16, 2010

Luahan Hati Seorang Pencinta

Pergilah engkau wahai kekasihku
Tinggalkan aku sendirian di sini
Mengutip kenangan kisah kita
Mengukir kisah sejarah lalu
Jangan biarkan kenangan ini
Bersemi lagi di hatimu
Hilangkanlah ia wahai kekasihku
Kerna sesungguhnya
Aku tidak mungkin berpaling padamu

Biarku bawa luka di hati ini
Bersama pawana di malam hari
Mengutip sisa kesepian
Mengulit kesunyian di malam mimpi
Bersama sujudku pada-Nya
Bersama doaku pada-Nya
Kerna sesungguhnya cintaku pada-Nya
Melebihi kasihku padamu

Usahlah kecewa kekasihku
Kerna aku sudah hilangkan
Kekecewaanku terhadap cinta kita
Sudah ku tanamkan paku di hatiku
Bahawa di antara kita
Sudah ada tembok yang menghalang
Sudah ada laut yang diduga
Dan hilanglah titian
Penghubung kasih sayang kita berdua

Jangan menangis wahai sahabatku
Carilah teman yang lain
Yang lebih mendambakan cintamu
Kerna aku bukan ditakdirkan untukmu
Biarlah kita melakar kisah kita
Di atas serpihan batu
Agar hilang ditelan masa dan keadaan

Walaupun begitu
Aku akan tetap menjadi sahabatmu
Sahabat ketika diperlukan
Walaupun mungkin bukan sahabat sejati
Tapi cukuplah sekadar sahabat seperjuangan
Dalam menjalani hidup sabagai hamba Illahi
Selamat tinggal wahai kasihku!
Moga selamat dunia dan akhirat....

Nukilan:
S. Hana AK
16 Mei 2010 (Ahad)
21. 51 Pm
Khar, UPSI

Tuesday, May 11, 2010

KEGELISAHAN

Kegelisahan yang menguasai diri
Adalah kuasa yang tak dapat ku gambarkan
Kuasa yang tak dapat kulupuskan
Dari jalan hidup yang aneh dan pelik ini.

Alangkah lucunya jiwa yang berkarat
Alangkah bengangnya jiwa yang bersih
Saat demi saat, gelora pinta kebebasan
Kian pudar
Kian jauh
Di balik kesepian
Tanpa teman
Tanpa ngadu domba
Tanpa keberanian
Tapi cuma satu, ada PEMBERONTAKAN.
kian bercambah dengan pesat
di sumur kali bunga bakawali.

Gelisah.
Gelisah dalam permulaan tanpa perhentian
Gelisah dalam pencarian jawapan yang tak pasti
Mengapa? Masih ada lagi yang beku dan kuning otaknya
Kenapa? Kuning dan bekunya itu tidak diwarnakan
Dengan warna putih kapas
Biar bersih dari hampas
Biar jernih dari air sungai
Biar indah seperti awan larat.
Apa? Tujuan mengikat budaya yang perlu dipinggirkan..

Kegelisahan bertakung dalam keimanan
Gelisah terangkum dalam kekuatan
Semangat Addawiyyah.
Sumur kalinya terbina dari keteguhan pendirian

S.Hana Ak
290807 ( khamis )
1.00 pm – 1.30 pm
Khar upsi

Thursday, May 6, 2010

Lagu burung serindit

Di dahan lebar
Hinggap burung serindit
Sayap moleknya dikibarkan
Tanda rasa suka
Pada angin, alam
pada senja, tuhan
pada gunung, bukit
pada langit, hujan
dan paruh kerdilnya
Berlagu.
Wittt..wit...wwiitt! Lagu burung serindit.


Di bawah dahan
Beristirehat sekumpulan pemuda
Berbaju melayu,
Bersongkok hitam,
Berkopiah putih,
Sebuku surah Yassin tersimpan kemas
Dalam genggaman tangan berwajah tenang.
Menanti hujan bilakah akan teduh.
Burung serindit di atas dahan terus menyanyi
Witt...wiwitt....siii..Lagunya, Lagu burung serindit.


Tidak jauh dari situ
Sebuah kubur berwarna merah
Tersadai dipanah hujan panas
Tuannya mula dihimpit persoalan
Bagaimankah dia hendak hidup di dunia barunya ini?
Apa akan dijawabnya nanti bila kelibat malaikat hisab
Akan menyoalnya?


Tiba-tiba muncul di depannya tubuh malaikat penyoal kubur
“ Siapa tuhanmu...Siapa nabimu...Apa agamamu....” tanya malaikat
di sebelah kanannya.
“ Tuhanku adalah Allah Ya Rabbil...nabiku ialah Muhammad...agamaku adalah
agama Islam.” Jawabnya bersemangat.
“ bohong ! kau sebenarnya hanya manusia palsu.”
“ benar... Aku tidak bohong...”
“ baiklah, kau tak perlu berkata lagi...biar tubuh badanmu pula yang bercakap.”
“ jangan....”




Di atas, hujan mula teduh
Pemuda-pemuda pembaca yassin
Meninggalkan pohon tempat serindit bertengkek
Dan burung serindit terus bernyanyi
Tapi lagunya, bukan lagu burung serindit
Lagunya, lagu kesenduan
Lagunya, lagu kedukaan
Dan di bawah tanah,
penghuninya keresahan
ketakutan merasuk di dalam diri
“ jangan tinggalkan aku...aku hendak pulang..tolong..tolong!”


Malam yang bening, di atas dahan
tinggallah burung serindit melagukan sendunya
tidak jauh dari situ
suara penghuni kubur bertanah merah
melaungkan kata-kata keinsafan.
“Ahhhhh.....maafkan akuuu....tolong Ya Tuhan. Aku ingin hidup kembali.”

S. Hana Ak
030807 ( Jumaat )
11.24 pm ( siap )
Kolej harun Aminurrashi ( KHAR )

Sunday, May 2, 2010

KU RENUNG BINTANG DI KORPUS ANGKASA

Malam yang dingin
sepanjang perjalanan
dari Johor ke Tanjung Malim
kurenung bintang di korpus angkasa
berkerdipan cantik sekali
seperti tersenyum menyambut
kedatangan malam jagat raya.

Sesekali
malam yang dingin
ku renung bintang di korpus angkasa
tanpa teman, sang bulan
memancar, bersinar dan bercahaya
indah sekali
sesekali ku cari
di manakah bintang kejora
ke manakah bintang komet
di antara berjuta-juta kerdipan itu?

Sesekali dalam perjalananku
pawana sang angin begitu mendamaikan
mengelus lembut badan kaku ku
dan terbuai daku dengan kelembutannya
seketika cuma
bersama mewarnai bintang di angkasa
bersama mengulit mimpi
tentang cerita sang sufi

Sesekali
dalam arus kepulanganku
dari Johor ke Tanjong Malim
satu kembara yang mengasyikkan
ku renung bintang di korpus angkasa
beribu bintang bersinar memancar
saling bersaing antara sesama sendiri
dan hatiku
amat menyukainya
lalu keluarlah minda berkata
"ya Allah, Subahanallah....
cintakanlah aku kepada alammu selain
kasihku kepadamu."

Ketika merenung itu
tiba-tiba ku sedari
semakin jauh perjalanan
semakin hampir aku ke detik
kehilangan sang bintang
tadinya
bintang begitu banyak
sekarang bintang
semakin kurang
dan mindaku berkata lagi
"ke manakah hilangnya engkau
wahai temanku dan teman sang bulan?"

Semakin hampir ke destinasi
semakin hatiku mengauk kehibaan
engkau sudah semakin kurang
dan akhirnya menghilang begitu sahaja
lalu buat kali terakhir
ku renung sebutir bintang di korpus angkasa
yang masih tabah mengusap sang langit
di sebalik bibir sang awan pekat
bersama mindaku yang semakin ganas
mengalunkan kata-kata
"gagahlah dikau wahai temanku...
kembangkan sirnamu
biar menerangi bumiku
biar memancar indah dari lampu neon
kerna sesungguhnya
engkaulah lampu alam
yang aku cintai, sepenuh hatiku."

Nukilan:
S. Hana AK
UNIVERSITI PENDIDIKAN SULTAN IDRIS

Rintik-Rintik Hujan

Hujan adalah rahmat
Yang diturunkan oleh Tuhan
Yang Maha Kuasa
Lagi Maha Agung

Hujan adalah berkat
Yang diturunkan oleh Tuhan
Yang Maha Pemurah
Lagi Maha Penyayang

Di kala manusia leka dan alpa
Hujan pemberi peringatan
Kepada manusia
Agar kembali ke alam realiti

Kala rintik-rintik hujan gugur
Dan jatuh ke wajah bumi
Ia mengajar kita
Untuk mengingat kembali
Dosa-dosa yang lalu
Agar nanti tak tersungkur
Di perdu kemaksiatan.

Hujan adalah citra
Bayangan ilham
Yang diturunkan oleh illahi
Kepada sang pemuja alam
Yakni para penulis berbakat
Di gerbang dunia sastera.

Hujan adalah kenangan
Buat para pencinta
Cinta pada manusia
Atau
Cinta pada alam jagat raya.

Hujan adalah pelentur
Hati yang keras bisa menjadi cair
Hati yang lembut bisa menjadi keras
Dalam mengharungi ranjau kehidupan
Sebagai musafir di bumi Illahi.

Di sebalik kedinginannya
Ada debu yang menerbang
Ada ruang yang maha luas
Ada kasih yang menunjang
Kepada bakal penghuni dunia
Agar tidak berpaling
Pada rahmat Illahi.

Nukilan:
S. Hana AK
30 April 2010 ( Jumaat)
4.00 am
KHAR, UPSI

Monday, April 26, 2010

Cinta yang terpendam


Ku lukiskan hati ini
Dengan rasa cinta yang abadi
Ku labuhkan jiwa ini
dengan rasa kasih yang sejati
ku luahkan rasa kasih ini
kerana cinta-Nya kepadamu.

Ku lakarkan puisi cinta ini
Kerana rasa kagumku padamu
Kerana rasa kasihku padamu
Semuanya dari hati yang tulus
Kerana Allah, segala puji bagi-Nya.

Bila cintaku padamu berbicara
Hanya nama-Nya yang terukir di bibirku
Ku labuhkan rasa kasihku
Dalam tasbih cinta Illahi.

Terukir namamu
Kala hatiku berzikir dalam sepi
Terlukis namamu
Kala malam menjengah waktu
Terlakar namamu
Kala subuh mendendangkan syair alam-Nya

Wildanku
Usahlah engkau lenyapkan rasa kasihku padamu
Usahlah engkau hilangkan rasa kagumku padamu
Jangan kau buangkan rasa cintaku padamu
Jangan
Jangan
Sekali-kali jangan
Kerana sesungguhnya
Tiap tutur katamu
Tiap tingkah lakumu
Tiap pandangan matamu
Akan membisik di kalbuku
Akan menjengah di sumur ladang sukmaku

Wildanku
Kutiplah cinta Zulaika pada Nabi Yusuf
Sematkan cinta Siti Khadijah pada Rasulullah
Cinta mereka adalah cinta yang indah
Ibarat bintang yang berkerdipan
Di alam jagat raya.

Dengarkanlah cintaku berbicara
Wildanku!

Nukilan:
S. Hana AK
25 April 2010 (Ahad)
12.00 Pm
KHAR, UPSI

Saturday, April 24, 2010

Cinta Sang Penyair

Di malam pekat
Di bangku usang
Di atas meja kayu buruk
Sang penyair duduk termenung.

Di malam pekat
Kala sang angin bertiup lembut
Kala hujan membasahi bumi
Kala langit digumpali awan
Kala siang berganti malam
Sang penyair sibuk menari
Memintal pena, melakar puisi
Melontar kata, melantun bicara
Luahan rasa, cinta terpendam
Cinta pada kerinduan
Cinta kesetiaan
Cinta pada kesaktian
Cinta yang sejati
Cinta yang hakiki
Cinta yang abadi
Puisi cinta pada kekasih
Yang jauh di mata
Dekat di hati

Nukilan: S. Hana AK
5.39 am
24 April 2010 ( Sabtu)
KHAR, UPSI

Sunday, March 28, 2010

Selat Tebrau

Selat Tebrau,
aku datang dari jauh
semata-mata ingin melihatmu
melihat kekeruhan airmu
melihat kekosongan jasadmu
melihat kedukaan hatimu
kerna aku terdengar dari manusia
yakni makhluk yang melepaskan
keganasannya kepadamu
bahawa kau sudah berubah
berubah warna
berubah rasa
berubah bentuk
berubah perasaan.

Selat Tebrau
Dulu ku pernah dengar
Biru warnamu
Putih pasirmu
Jernih airmu
Meniti dari bibir-bibir insan bernama
Yang gembira menyambut kewujudanmu
Dan memuji kecantikanmu
lalu mengagumi kekuasaan Maha Penciptamu

tapi kini,
aku jadi berduka melihat rupa bentukmu
semua kata manusia adalah bohong belaka
di manakah kebenaran yang selama ini
menakluki jiwa sukmaku
angin yang mengusap lembut badanku
dari lubuk hatimu
tak mampu menyenangkan diriku
aku seperti ingin menangis
aku seperti ingin berteriak
menyatakan kepada semua manusia
bahawa kau juga makhluk ciptaan Tuhan
yang ingin dihargai
ingin disayangi
ingin dimanjai
jangan biarkan sampah dan minyak menyayangimu
jangan biarkan ikan dan karang menjauh darimu
kerana semuanya bermula di tangan seorang
yang bernama manusia.
Merekalah yang merubah mu
Menjadi laut yang
Kusam kulitnya.

Nukilan: S. Hanak Ak
28 Mac 2010
13.58 pm
UPSI

Thursday, March 18, 2010

BINTANG MALAM



Ketika malam menjengah waktu
Kau terbaring menghiasi dada langit
Berkerdipan bagaikan mutiara
Yang bersinar dari kejauhan
Walaupun cahayamu semakin kerdil dan malap

Namun, kau dengan tulus ikhlasmu
Memberi sinar kebahagiaan
Memberi sinar kegembiraan
Memberi sinar keseronokan
Pada teman-temanmu di pelabuhan dunia ini

Semakin kau banyak memberi
Semakin cantik dirimu di langit waktu
Semakin indah dirimu
Semakin ramai yang memujimu
Dan tak kurang juga yang tak menghiraukanmu
Setelah kecantikanmu semakin sirna

Di sisiku
Kau adalah teman yang setia
Memberi dan terus memberi
Berkerdipan dan terus berkerdipan
Bersinar dan terus bersinar
Memugar kasih sayang manusia
Pada pencipta-Nya

Bintang malam,
Jiwamu dan jiwaku sudah ku satukan dalam kolam hatiku
Dalam setiap diari kehidupanku
Ku jadikan kau sebagai pencetus semangatku
Kerana hanya kau yang layak menjadi teman
Di kala aku kesepian
Di kala aku kesedihan
Di kala kekecewaan menguasai diriku
Terhadap manusia yang tidak menghargaimu.

Bintang malam
Esok ada yang ingin ku kerjakan
Lusa ada yang ingin ku lakukan
Dan
Tulat ada yang akan memerlukanku
Kerna itu
Aku taburkan bunga cinta kasih ini padamu
Agar kau tak lupakan aku
Untuk terus berkawan denganku
Pemuja kecantikanmu....BINTANG!!!

Nukilan: S. Hana AK
17032010 ( Rabu)
1.01 Pm
Khar, UPSI

Saturday, March 13, 2010

Suatu pagi


Suatu pagi yang dingin
Ketika embun menitiskan air matanya
Ketika bayu menghembuskan nafasnya
Kedengaran suara ayam jantan
Bersahutan di luar gerimis
Sambil menemani
langit yang kelam

lalu ketiga-tiganya bergumpal
menjadi satu sebatian alam
menghempas jatuh ke wajah suci
menyusur lurah bukit-bukit kulit halus
membinggitkan telinga tapi didambakan
adalah kebiasaan yang menjadi teman bicaranya

ketika sahabat yang lain
mengabdikan mimpi dalam alam mimpi
dia pula merentangi pentas sundanya
yang berliku, yang berteluk
dan memegar kegairahan anehnya
dengan pen, buku, kertas, pemadam
di atas meja kayu buruk.

Nukilan: Shana AK
290905
Kg kipaku

Thursday, March 4, 2010

Sepohon bunga di taman




Semalam
Ketika aku memandang tubuhnya di awal pagi
Putik merahnya mengembang megah
Cecair jernih di atasnya mengalir jatuh
Ke bawah bumi
Seperti tersenyum menmgundang pancaran mentari

Ketika aku meninggalkan pohon itu
Ia seperti melambai diriku tika aku memandangnya
Siapa yang mengerti!
Oh, kasihku tak usah menghantar
Penghijrahan sementaraku ini dengan lambaian redupmu
Ayuh! Buatkan dirimu tertawa ceria
Seperti yang kau buat selalu
Ingatkah lagi engkau..kekuatanmu itu telah
Memukau seluruh penghuni rama
Mereka seronok menghisap dan menyedut
Kemanisan madumu.

Ketika aku pulang dari penghijrahanku
Pandangan mataku tertancap
Pada letaknya.
Pohon bunga itu diliputi awan tebal
Fotosintesis tak dapat berfungsi
Nafas sesak. Matanya kabur menlenyapkan keceriaannya.

Siapa sangka lambaian pagi tadi adalah
Ucapan selamat tinggal
Putik merah dan daun suburnya tersirat
Sesuatu yang tersembunyi.
Siapakah lagi yang menghargai diri ini
Yang papa kedana.

Pagi ini
Pohon bunga itu sudah hilang kesuburannya
Daun yang dulunya kembang menghijau
Sudah layu menyembah bumi
Putik yang dulunya menjadi taman asmara
Kini hanya tinggal nama
Siratan matahari di ufuk barat
Tidak dapat menyembuhkan luka-luka di tubuhnya.

Kini semuanya tinggal harapan
Sisa harapan supaya pohon itu bangkit
Bangkit hidup memperjuangkan jihadnya
Bangun untuk mengembalikan zaman kegemilangannya.
Cuma terdapat satu persoalan
Apakah harapan itu menjadi realiti?
Yang pasti dunia baru akan muncul kembali

S.Hana AK

Wednesday, February 24, 2010

SENYUM


Senyumlah dikau
Kerana senyum itu hiburan.

Senyumlah dikau
Kerana senyum itu kemesraan.

Senyumlah dikau
Kerana senyum itu tanda kemuliaan.

Senyumlah dikau
Kerana senyum itu ubat.

Senyumlah dikau
Kerana senyumamu lebih cantik dari wajah
Kerana senyumanmu lebih indah dari alam
Kerana senyummu lebih baik dari buruk.

Senyumlah,
Senyumlah dikau.

S. hana Ak
060907 ( rabu )
5.00 Pm
khar

PUISI KABIR

Kasih dan sayang
adalah mutiara di dalam hati
yang harus digilap
agar sinarnya terus berkilat
seumur sehidup

Bulan dan bintang
adalah teman di waktu malam
ketika kita merasa sunyi
yang harus dijaga
agar kerlipannya terus benderang
sehidup semati

Rindu dan dendam
adalah perasaan di dalam hati
yang harus dipelihara
agar terus bercambah
dan membesar menjadi
cinta yang sejati.

S.Hana Ak